Daerah dan Panorama Alam Toraja

toraja culture
Berdasarkan sejarah Toraja adalah daerah – daerah yang meliputi seluruh pegunungan sebelah utara di Sulawesi Selatan yaitu daerah yang didiami oleh Suku Toraja yang menurut sejarah Tondok Lepongan Bulan batas daerah Toraja meliputi :

Sebelah Utara dengan batas daerah Poso dan Donggala, sebelah Timur dengan batas kerajaan Luwu yaitu daratan pantai teluk Bone yang termasuk daerah Kerajaan Luwu’ dan bagian pegunungan merupakan daerah yang termasuk wilayah Tondok Lepongan Bulan, sebelah Selatan dengan batas gunung Sinaji membujur kesebelah Barat melalui Enrekang terus ke Mandar, sebelah Barat dengan batas dataran pantai barat Sulawesi selatan pada bagian pegunungan.

Daerah – daerah yang begitu luas itu seperti yang sudah pernah di bahas sebelumnya. Bahwa sejak dahulu terbina oleh 3 ( tiga) rumpun adat Toraja yang masih sangat jelas dan masih dapat kita temui hingga sekarang. Yang ketiganya tetap bersatu dan merupakan suatu kesatuan sosiologis berdasarkan adanya satu suku dan satu sumber aluk dengan budaya dan adat yang berpijak pada Ajaran Aluk Sanda Pitunna. Daerah adat itu masih terdisi atas masih terdiri atas beberapa kelompok adat yaitu :
  1. Daerah bagian Selatan dikuasai Penguasa Adat yang Bergelar Puang dengan daerah adat yang bernama Padang di Puangngi atau Daerah Adat Kapuangan yang sekarang ini terdiri atas 2 ( dua ) Kelompok adat Yaitu : Kelompok Adat Tallu Batupapan dan Enrekang, Kelompok adat Tallu Lembangna
  2. Daerah bagian Timur dan Utara dikuasai oleh Penguasa adat yang bergelar Siambe’ dalam Jabatan Toparengnge’ – Toparengnge’, Sokkong Bayu dengan daerah Adat bernama Daerah Adat Padang di Ambe’I atau Daerah Adat Pekamberan yang sekarang ini terdiri atas 4 ( empat ) Kelompok Adat  yaitu :Kelompok Adat Balimbing Kalua’, Kelompok adat Basse Sangtempe’, Kelompok Adat Sa’dan dan Balusu, Kelompok Adat Sokkong Bayu
  3. Daerah Bagian Barat dikuasai oleh Penguasa Adat yang bergelar Ma’dika dengan Daerah adat bernama Padang di Ma’dikai yang sekarag ini terdiri atas 2 ( dua ) Kelompok Adat yaitu : Kelompok Adat Tokalambunan, Kelompok Adat Pitu Ulunna Salu ( Uma Tangdisapa’, Bela’ Tangdikatonanni )
Terbentuknya kelompok Adat ini dalam tiap Daerah besar tersebut adalah disebabkan oleh adanya kesamaan kepentingan dalam pembinaan keluarga atas dorongan kesamaan penderitaan  untuk membina kehidupan seterusnya. Namun kelompok – kelompok adat ini dibina oelh suatu badan musyawarah adat yang disebut Kombongan ada’ ( Kombongan = Musyawarah, Ada’ = adat ) dan sekaligus sebagai pemerintah yang berdiri sendiri yang dijiwai oleh perasaan kesatuan dan kekeluargaan.

Daerah Toraja merupakan Pegunungan – pegunungan yang dikelilingi bukit – bukit batu dan lembah – lembah yang tidak begitu luas, dimana seluruh lembah – lembah itu dilalui oleh sungai – sungai yang kecil yang membelit mengikuti alur pegunungan dan bukit – bukit batu yang bagaikan pengikat  dari seluruh daerah Toraja. Serta terdapat pula satu dua gunung yang tinggi yang membentuk panaroma yang sangat indah.

Dahulunya seluruh penduduk Toraja beragama Aluk Todolo ( agama Leluhur ) tetapi pada permulaan abat ke-19 daerah Toraja mulai dimasuki Pengaruh agama Islam terutama pada daerah bagian selatan Toraja. Kemudian masuk Pemerintahan Kolonial Belanda yang membawa agama Kristen turut mempengaruhi Kebudayaan asli Toraja pada sekitar tahun 1906. Dan hingga sekarang agama Kristen menjadi agama Mayoritas di daerah Toraja.

Daerah Toraja seluruhnya berhawa dingin dengan udaranya yang sejuk menjadi salah satu daya tarik bagi mereka yang berkunjung ke Toraja. Disamping itu adat dan budayanya yang sangat artistik dengan kesenian – kesenian yang beranekaragam mempunyai bentuk tersendiri dan masih tetap terjaga dengan baik hingga sekarang.

Post a Comment for "Daerah dan Panorama Alam Toraja"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi