Ajaran Percaya dan Memuja Kepada Tiga Oknum Dalam Ajaran Aluk Todolo

toraja culture


Sebelumnya saya sudah pernah membahas tentang Aluk Todolo yang merupakan agama atau kepercayaan Purba masyarakat Toraja. dimana menurut mitos bahwa ajaran Aluk Todolo yang berdasarkan Sukaran Aluk yang  diberikan Puang Matua kepada nenek manusia yang pertama memiliki beberapa pokok – pokok ketentuan dan aturan tetapi pada dasarnya hanya terbagi  dua yaitu:
  1. Ajaran percaya dan memuja kepada 3 Oknum, dan
  2. Azas pemujaan dan penyembahan.
dan disini saya akan mencoba membahas satu persatu. Dan pada artikel ini saya akan mencoba membahas mengenai Ajaran percaya dan memuja kepada 3 Oknum.

Menurut ajaran Aluk Todolo setelah Puang Matua ( sang pencipta ) menurunkan sukaran aluk kepada nenek manusia yang pertama, Puang Matua memberikan kepada Deata – Deata ( Sang Pemelihara ) yaitu kekuasaan sebagai pemelihara serta menguasai segala isi bumi ini agar supaya seluruh isi bumi ini dapat dipergunakan oleh manusia memuja dan menyembah kepada Puang Matua yang ditentukan dalan Sukaran Aluk. Serta ditentukan pula bahwa manusia diwajibkan menyembah kepada Deata – Deata sebagai sang pemelihara seperti yang dilakukan kepada Puang Matua ( sangpencipta ).

Maka ajaran Aluk Todolo disamping memuja dan menyembah kepada Puang Matua juga memuja dan menyembah pula kepada Deata – Deata yang mana Deata – deata ini terbagia atas 3 ( tiga ) golongan yang masing – masing :
  1. Deata Tangngana Langi’ ( Sang Pemelihara di Langit ) yaitu Deata atau Dewa yang menguasai seluruh isi langit dan cakrawala.
  2. Deata Kapadanganna ( Sang Pemelihara Permukaan Bumi ) Yaitu Deata atau Dewa yang menguasai seluruh apa yangterdapat diatas muka bumi.
  3. Deata Tangngana Padang ( Sang Pemelihara dibawah permukaan bumi atau didalam perut bumi ) yaitu Dewa atau Deata yang menguasai segala isi tanah, lautan dan sungai.
Ketiga golongan Deata – Deata tersebut diatas dipercaya bahwa tiap golongan Deata – deata itu masih terdiri dari beberapa Deata yang menuasai tiap – tiap tempat seperti tiap – tiap gunung, sungai, hutan, dan lain – lain yang dipercaya bahwa berada di tiap – tiap tempat itu.
Selain dari tiga golonan deata tersebut oleh Puang Matua masih diberikan pula kekuasaan kepada Tomembali Puang ( Arwah Leluhur ) atau yang juga disebut Todolo sebagai Oknum yang mempunyai tugas memperhatikan perbuatan dan perilaku keturunannya, serta diberi kekuasaan oleh Puang Matua untuk member berkat kepada turunannya. Maka oleh Puang Matua mewajibkan pula kepada manusia memuja dan menyembah kepada Tomembali Puang atau Todolo seperti kepada Puang Matua dan Deata – Deata.

Maka menurut ajaran Sukaran Aluk dari Puang Matua, manusia harus percaya dan memuja serta menyembah kepada tida Oknum yaitu :
  1. Puang Matua sebagai Sebagai Sang Pencipta segala isi bumi.
  2. Deata – Deata sebagai Sang Pemelihara seluruh ciptaan Puang Matua.
  3. Tomembali Puang atau Todolo sebagai pengawas dan memperhatikan gerak gerik serta memberi berkat kepada turunannya.
Dari ketiga oknum yang dipuja, dipercaya serta disembah oleh penganut Aluk Todolo dilakukan dengan sajian kurban persembahan yang tidak dapat dilakukan dalam satu macam cara persembahan dan pemujaan atau dalam keadaan bersamaan, tetapi penyembahan dan pemujaan dengan kurban itu dilakukan dalam tingkatan dan cara yang berbeda – beda karena syarat utama kurban dalam pemujaan dan penyembahan itu adalah kerbau, babi, dan ayam yang dinamakan dalam Aluk Todolo yaitu Pesuru’ Kapemalaran ( Pesuru’ = Kurban, Kapemalaran = Persembahan ). Yang tiap – tiap macam kurban tersebut mempunyai tingkatan upacara pemujaan yang tertentu masing – masing :
  1. Pemala’ langngan Puang Matua artinya pemujaan dan penyembahan kepada sang pencipta sebagai upacara pemujaan dan penyembahan yang paling tinggi yang harus dilakukan dengan kurban persembahan dengan Kerbau, Babi, dan Ayam.
  2. Pemala’ lako Deata – Deata artinya pemujaan dan penyembahan kepada sang pemelihara sebagai upacara yang menengah yang harus dilakukan dengan kurban persembahan babi dan ayam.
  3. Pemala’ lako To Membali Puang atau Todolo artinya pemujaan dan penyembahan kepada sang pengawas manusia turunannya sebagai upacara yang rendah yang harus dilakukan dengan kurban persembahan babi atau ayam
Dengan adanya tingkatan – tingkatan pemujaan sesuai dengan macam – macam kurban persembahan berdasarkan tingkatan ketiga oknum yang dipuja dan disembah, maka tempat – tempat upacara pemujaan dan penyembahan tertentu juga dan berbeda – beda sesuai dengan tingkatan oknum yaitu :
  1. Puang Matua ( Sang Pencipta ) yang bersemayam diatas langit dipuja dan disembah dengan kurban persembahan kerbau, babi dan ayam, dilakukan di depan Tongkonan / rumah atau dimana saja tempat sesuai dengan keinginan dan besarnya upacara.
  2. Deata – Deata ( sang pemelihara ) dipuja dan disembah dengan kurban persembahan babi atau dan ayam, dilakukan di bagian timur dari Tongkonan / rumah atau disesuaikan dengan tempat tertentu sesuai dengan hajat dan kepada deata mana yang akan dipuja dan disembah.
  3. Tomembali Puang/ Todolo ( leluhur sebagai sang pengawas manusia turunanya ) disembah dan dipuja dengan kurban persembahan babi atau ayam, dilakukan di sebelah barat dari Tongkonan atau kuburan liang dimana leluhur itu dikuburkan.

Post a Comment for "Ajaran Percaya dan Memuja Kepada Tiga Oknum Dalam Ajaran Aluk Todolo"

Template Blogger Terbaik Rekomendasi